Tim akan Sisir SKPD

33

Hari Pertama Kerja PNS

TEMANGGUNG—Rabu (14/8) ini pe­ga­wai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Temanggung sudah mulai kerja setelah cuti bersama hari raya. Untuk menyambut hari pertama kerja tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah menyiapkan tim yang akan menyisir seluruh SKPD yang ada untuk mengecek angka presensi.

Kepala BKD Temangung Jakfar Mukhtar mengatakan, sesuai dengan surat edaran bupati terkait cuti bersama, cuti bersama dimulai sejak hari pertama Idul Fitri dan pada H-1 seluruh PNS di lingkungan Pem­kab Temanggung masih menjalankan kerja seperti biasa. Cuti sendiri dimulai sejak 10, 12 dan 13 Agustus, sedangkan pada 8, 9 Agustus merupakan tanggal merah dan libur seperti biasanya. “Sedangkan pada 7 Agustus, H-1 kita masih bekerja untuk efektivitas cuti bersama,” katanya.

Ia mengatakan, untuk seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Temanggung, diharapkan telah memulai tugas mereka pada hari pertama tersebut. Ia mengimbau agar tidak ada angka absen dari masing-masing SKPD. “Kami minta semuanya datang tepat waktu seperti biasanya,” katanya.

Untuk memastikan kehadiran, pihaknya juga telah membentuk tim inspeksi yang dibagi dalam beberapa kelompok. Nantinya, tim tersebut disebar di semua SKPD untuk memantau angka ketidakhadiran berikut angka korupsi jam kerja. “Sampai detil, bahkan kalau ada yang pulang sebelum jam pulang kerja, kita tetap akan akumulasikan,” katanya.

Ia menambahkan, para PNS sebenarnya dapat mengambil cuti dengan ketentuan diatur oleh masing-masing SKPD dengan dasar jumlah pegawai yang cuti tidak mengurangi efektivitas kinerja PNS. “SKPD masing-masing diberi kewenangan untuk mengatur cuti,” tambahnya.

Untuk sanksi, pihaknya mengacu kepada PP 53/2010 tentang Kepegawaian. Tidak ada sanksi khusus yang diberikan untuk pembolosan kerja pada Idul Fitri kali ini. “Tetap kita ambil tindakan sesuai regulasi yang ada,” katanya.

Ia mengatakan, bentuk sanksi yang diberikan kepada pegawai yang tidak hadir dengan akumulasi tertentu diberikan sanksi dalam bentuk teguran lisan. Kemudian, teguran tertulis, penundaan gaji, penundaan jabatan, penurunan jabatan sampai pada pemberhentian dengan tidak hormat. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here