Petani Tagih Janji Bupati

28

TEMANGGUNG—Panen raya tembakau telah dimulai oleh sebagian besar petani di wilayah Kabupaten Temanggung. Meskipun sempat mundur, namun para petani setelah lebaran kali ini, sudah mulai memetik emas hijau mereka. Pada musim panen kali ini, para petani menagih janji Bupati Bambang Sukarno untuk membantu memperjuangkan harga tembakau sebagaimana yang pernah dijanjikan saat kampanye.

Suprapto, 60, salah satu petani tembakau de­­sa Kwadungan Jurang Kecamatan Kledung mengatakan, saat itu Pak Bambang Sukarno sebelum menjabat menjadi Bupati Temanggung pernah mengucapkan janji kepada masyarakat petani tembakau akan berusaha semaksimal mungkin membela petani tembakau, termasuk mempertahankan tembakau dengan harga yang sesuai dengan kondisi saat ini. “Waktu itu saya mendengarkan dengan jelas, Pak Bambang saat sosialisasi di Desa Petarangan mengatakan akan terus membela nasib petani tembakau,” katanya.

Ia mengatakan, akibat cuaca yang tidak menentu pada masa pertumbuhan tanaman tembakau beberapa bulan lalu, kualitas tembakau menjadi berkurang, sehingga saat ini banyak daun tembakau yang sudah mengering dan tidak bisa di panen kembali.

Hal ini katanya, sangat berpengaruh pada harga tembakau saat panen raya nanti. Padahal saat ini hampir seperempat dari keseluruhan tembakau yang ditanamnya sudah gagal panen. Sehingga petani takut akan semakin merugi jika harga tembakau tidak sesuai dengan harapan para petani. “Kami berharap meskipun kualitasnya berkurang, pemerintah bisa mengayomi para petani tembakau sehingga harganya tidak kembali anjlok,” katanya.

Ia mengatakan, dari 10.000 tanaman tembakau miliknya, saat ini seperempat dari tanamannya sudah tidak bisa dipanen lagi, karena karena daun tembakau pada bagian terbawah hingga lima daun ke atas sudah mengering.

Padahal katanya, biaya tanam hingga perawatan untuk 10.000 tanaman tembakau miliknya membutuhkan hingga Rp 10 juta. Biaya tersebut belum termasuk biaya masa panen raya dan biaya saat menjual tembakau ke tengkulak atau gudang resmi dari pabrikan.

“Kalau total keseluruhan paling tidak membutuhkan biaya hingga Rp 15 juta hingga Rp 17 juta. Satu keranjang tembakau membutuhkan dana Rp 300 ribu mulai dari pengolahan hingga sampai dijual. Biaya ini belum termasuk ongkos tanam,”ungkapnya.

Saat ini terang dia, harga tembakau hanya Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Harga tersebut sangat jauh di luar perkiraan. Jika harganya terus begini sudah dipastikan sebagian besar petani akan sangat merugi. “Semoga cuacanya terus membaik, sehingga harga tembakau bisa terus naik, dan kami tidak menanggung kerugian yang berlebih,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Arifin, 28, salah satu petani di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, dengan jelas ia mendengarkan janji Bambang Sukarno saat mengadakan sosialisasi di Desa Batursari Kecamatan Kledung. “Saat itu Pak Bambang juga berjanji akan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat petani tembakau di seluruh kabupaten Temanggung,”ungkapnya.

Ia berharap, dibawah kepemim­pinan bupati yang baru ini, kehidupan masyarakat Temanggung menjadi lebih sejahtera, sesuai dengan program yang dilontarkan oleh Bambang Sukarno saat akan melaju menjadi bupati. “Saya harap Pak Bambang bisa memenuhi semua janji-janjinya,” tandasnya. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here