NU Harus Tetap Netral

31

MUNGKID—Se­sepuh Nahdlatul Ula­ma (NU) Kabupaten Ma­gelang mendesak para pengurus bersikap netral dan independen saat pil­ka­da Kabupaten Magelang Oktober mendatang. Para kiai tidak menghendaki organisasi NU dijadikan untuk memobilisasi massa.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Magelang, KH Ab­dul Rozaq menga­takan kader NU yang menjadi bakal calon bupati atau wakil bupati agar senantiasa mengedepankan akhlakul karimah. Berpolitik secara cantik dalam berkompetisi mencari dukungan.

“Tetap berpedoman akidah ahlussunnah waljamaah,” kata KH Abdul Rozaq dalam pertemuan di kediaman KH R Muhaimin Asnawi Salamkanci, Bandongan, Magelang, kemarin.

Hadir HM Zaenal Arifin (cawabup PDIP), Mujadi Putu Murja (cawabup PPP-PAN), H M Arawan (cabup Partai Gerindra-PKNU), Ahmad Majidun MA (cabup Partai Demokrat-tiga partai nonparlemen)

Silaturahmi itu merupakan ajang konsolidasi pengurus harian PCNU, dalam rangka menyamakan persepsi dalam menyikapi hajatan demokrasi. Menurut dia, sikap netral NU tersebut jangan diartikan sebagai bentuk lari dari tanggung jawab. Tetapi sesungguhnya adalah salah satu bentuk tanggung jawab, untuk memberi ruang kebebasan bagi para calon dan warga NU untuk berafiliasi menggunakan hak politiknya.

”Sebagai kader NU terba­ik, sudah semestinya bisa mengedepankan penguatan persaudaraan, tidak saling mencari kesalahan apalagi melakukan kampanye hitam,” pinta KH R Muhaimin Asnawi.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik warga NU sesungguhnya bukan suatu yang perlu dipersoalkan. Yang penting, jangan sampai menggoyahkan akidah dan perjuangannya dalam mene­gakkan agama Islam.

Ketua PCNU KH Afifuddin secara tegas menyatakan bahwa NU sebagai organisasi sosial keagamaan Islam mempunyai kewajiban untuk selalu berjalan pada khittahnya, yakni menga­yomi semua pihak. (vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here