Leher Putus, Ayam Tetap Hidup

30

TEMANGGUNG—Warga Dusun Wolodono, RT 03 RW 01, Desa Bulu Kecamatan Bulu digemparkan dengan fenomena unik. Ayam milik Suradi, 40, warga setempat, disembelih seminggu lalu, hingga kini masih hidup meski lehernya sudah putus.

Menariknya lagi, ayam jantan tersebut masih dapat bertarung melawan ayam jago lainnya. “Ayam ini disembelih pada hari Rabu (7/8) siang menjelang malam takbir lalu,” kata Suradi sembari menunjukkan luka bekas pisau di leher ayam tersebut.

Ia menuturkan, sebenarnya ayam tersebut milik Duwik, 30, warga Dusun Pare Desa Danupayan Kecamatan Bulu. Karena kejadian ini, ayam tersebut diserahkan kepadanya. Ayam ini katanya, telah disembelih oleh pamannya Duwik, namun hingga tetesan darah terakhirnya, ayam ini masih tetap bisa berjalan, sehingga kejadian ini membuat Duwik dan pamannya dilanda ketakutan. “Saat disembelih di rumah Duwik, ayam ini tidak mau mati kemudian di bawa ke rumah saya. Duwik meminta saya untuk menyempurnakan,”terangnya.

Setelah disembelih ulang, ayam dibawa pulang oleh Duwik kemudian hidup lagi. Saat akan dicabuti bulu-bulunya ayam ini berontak dan lari menuju halaman untuk bertarung dengan ayam jago lainnya. “Karena kejadian ini Duwik dan keluarganya menjadi ketakutan, kemudian ayam jago ini diserahkan kepada saya untuk dirawat,”ungkapnya.

Ia bercerita, kejadian seperti ini tidak hanya dialami oleh ayam jago tersebut. Induk ayam jago itu juga pernah mengalami hal yang sama. Bahkan kejadiannya lebih tragis lagi. Induk dari ayam ini pernah dilindas kendaraan bermotor hingga kakinya patah, juga tidak mati.

Menurutnya, sejak dibeli oleh Duwik dua tahun lalu, ayam ini tidak pernah beranak pinak seperti ayam pada umumnya. Setiap kali bertelur ayam induk ini hanya menyisakan satu atau dua butir telur saja. “Kalau bertelur 9 telur atau 8, biasanya hanya disisakan satu atau dua butir telur saja. Lainnya dimakan oleh induknya, sehingga sampai saat ini baru ada dua keturunan, yang satu saya pelihara ini, dan yang satunya bersama induknya di rumah Duwik,”jelasnya.

Menurutnya, ayam ini merupakan keturunan ayam peliharaan Kiai Pare yang membuka Desa Pare. Karena menurut cerita sesepuh desa setempat bahwa Kiai Pare mempunyai peliharaan ayam yang tidak boleh disembelih ataupun diperjualbelikan. Ayam ini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Saat ini katanya ayam tersebut masih beraktivitas seperti biasa. Hanya saja saat makan, makanannya keluar lagi karena lehernya telah putus
Ia berusaha mengobati ayam tersebut dengan menjahit kembali rongga yang telah putus tersebut. Namun sampai saat ini ia belum menemukan dokter hewan yang bisa melakukan hal tersebut. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here