Wisatawan ke Dieng Turun, Borobudur Ramai

32

WONOSOBO—Selama libur lebaran, sejumlah objek wisata di wilayah Wonosobo menjadi jujukan para wisatawan domestik dan mancanegara.
Namun tahun ini, jumlah wisatawan menurun dibanding tahun lalu. Pada musim libur lebaran tahun ini, jumlah wisatawan tiap hari berkisar pada angka 3000 orang. Sementara pada tahun lalu, tiap hari rata-rata diatas 4000 orang.

Beberapa objek yang andalan di Wonosobo diaantaranya Dataran Tinggi Dieng Kecamatan Kejajar, Telaga Menjer Kecamatan Garung, Waduk Wadaslintang serta arung jeram Sungai Serayu. Dari pantauan Radar Semarang, jumlah pengunjung ke Dieng menurun dibanding tahun lalu.

Menurut Kepala UPTD Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wilayah Kecamatan Garung dan Kejajar, Oni Wiyono jumlah penggunjung yang mendatangi objek wisata di Dataran Tinggi Dieng tahun ini mengalami penurunan, dibanding pada musim liburan tahun lalu. “Penurunan jumlah wisatawan sekitar 30 persen dibanding tahun lalu,”katanya.

Oni merinci, sejak 8 Agustus lalu, jumlah penggujung ke Dieng sudah mulai ramai, pada hari itu jumlahnya 365 orang. Tiap hari jumlah wisatawan mengalami kenaikan, namun angka tertinggi pada 11 Agustus dengan jumlah pengunjung 3600 orang dalm sehari.

“Jumlah ini didasarkan pada penjualan tiket terusan di pintu masuk Wonosobo, sedangkan untuk wisatawan yang masuk melalui Kabupaten Banjarnegara belum dihitung,” jelasnya.

Oni membeberkan, dengan angka itu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wisata dataran tinggi itu menurun dibanding tahun lalu. Karena pada tahun lalu, tiap hari jumlah wisatawan yang datang rata-rata diatas 4000 orang. Diperkirakan menurunnya jumlah wisatawan lantaran proses pembangunan jembatan di Desa Tieng Kecamatan Kajajar.

“Seperti dampak ketika ada aktivitas kawah meningkat tahun lalu. Karena proses pembangunan jembatan, banyak wisatawan yang mestinya mau ke Dieng, mengalihkan kunjungan ke Jogjakarta dan Borobudur,” ujarnya.

Sedangkan untuk kunjungan ke Telaga Menjer, imbuh Oni, jumlahnya hampir sama dengan liburan tahun lalu. Kunjungan paling ramai pada 12 Agustus sebanyak 574 orang dalam sehari.

Selain kedua lokasi itu, jumlah wisatawan yang ke Wonosobo juga memilih wisata tantangan arum jeram di Sungai Serayu. Tanto Zen pengelola Atha Adventur di Jujugan Sungai Serayu mengatakan, selama satu pekan libur lebaran ini jumlah pengunjung mengalami kenaikan, dua kali lipat dibanding akhir pekan biasa.

Sedot 179.711 Wisatawan
Sementara itu sejak hari libur lebaran (7/8), Candi Borobudur dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Unit Borobudur PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (PT TWCBPRB) mencatat jumlah kunjungan hingga (12/8) mencapai 179.711 wisatawan.

Kepala Unit Borobudur, Bam­bang Irianto mengatakan puncak kunjungan terjadi pada hari Minggu (11/8), wisatawan mencapai 48.502 orang dalam sehari. Sedangkan di hari pertama lebaran kunjungan 10.584 dan di hari kedua lebaran 27.345. ”Jumlah kunjungan kita tergetkan mencapai 261.417 pengunjung hingga tanggal 18 (Agustus) nanti,” kata dia, kemarin.

Para wisatawan ini, tidak semuanya naik ke atas Candi Borobudur. Pihaknya telah menyediakan paket-paket wisata alternatif. Diantaranya, paket wisata tilik ndeso dengan berkeliling ke desa-desa wisata seperti desa sentra gerabah, dan kerajinan. Juga ada paket wisata gajah keliling desa wisata.

Untuk menghibur pengunjung, TWCB menyediakan beberapa atraksi tambahan diantaranya pergelaran kesenian dan atraksi budaya.”Kita berharap semakin banyak pilihan hiburan maka semakin banyak ketertarikan wisatawan,” kata dia.

Sementara itu, padatnya pengunjung Candi Borobudur membuat pihak kepolisian memperketat penjagaan. Para wisatawan wajib melewai pos security untuk diperiksa barang bawaannya.

Kapolres Magelang, AKBP Murbani Budi Pitono mengatakan sebanyak 196 anggota Polres Magelang juga disiagakan di sekitar candi. Mereka terdiri dari dua pleton Dalmas, satu unit timsus, personel pospam, sat obvit, satu pleton cadangan polres, anggota Polsek Borobudur, dan anggota sat intelkam.

”Kami juga memasang seftdoor dua unit dari satpam obvit Polda Jateng dipasang di pintu masuk utama dan di gerbang masuk candi,” kata dia.
Khusus untuk stupa di puncak Candi Borobudur pengamanan lebih diperketat lagi. Stupa tersebut dijaga selama 24 jam sejak hari Jumat (9/8) sampai waktu yang belum ditentukan.
”Pengamanan ini bukan karena ada ancaman bom namun untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan. Kebetulan kemarin puncak arus balik dan weekand sehingga jumlah wisatawan membludak melebihi tahun lalu,” kata dia. (ali/vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here