Penilaian Amdal Tahap Sample

188

PROSES analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×1000 MW di Batang, telah memasuki tahap pengambilan sample atau contoh, fisik maupun non fisik. Seperti sampel air laut dan juga sosial budaya atau lingkungan sekitar.

Direktur PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), Muhammad Effendi yang didampingi pimpinan PT BPI Ary Wibowo Kabupaten Batang menjelaskan bahwa saat ini proses Amdal PLTU sudah mencapai kerangka acuan. Dan dilanjutkan dengan pemngambilan sample, baik laut, darat maupun udara serta lingkungan sekitar.

“Proses Amdal sendiri melibatkan 18 ahli yang bergerak di bidang lingkungan dan berasal dari sejumlah perguruan tinggi. Semua ahli tersebut bergerak dalam bidangnya masing-masing sesuai dengan keahliannya,” jelas Effendi.

Dikatakan, dalam proses Amdal ini memang ada beberapa ahli dari enam perguruan tinggi di Jawa Tengah. Misalnya saja dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Islam Sultan Agung (Unnisula) serta univeritas lainnya, dan semuanya sudah memiliki keahlian sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Effendi mengungkapkan jika pihaknya optimistis jika proses Amdal tidak akan menjadi masalah, karena sudah ada beberapa tim ahli yang bergerak dalam bidangnya masing-masing. Sehingga hasilnya akan baik dan tidak menjadikan masalah. Dan untuk proses pengambilan sample sendiri saat ini masih terus berlangsung.

“Kami yakin hasil dari penilaian Amdal tersebut akan bagus dan sesuai dengan apa yang diharapkan, karena di dalamnya terdapat tim ahli dalam bidangnya masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Batang, Agus Riyadi mengatakan, untuk kerangka acuan Amdal sudah disahkan. “Dijadwalkan proses pengambilan sample ini sampai akhir Maret mendatang, dan ada beberapa item yang diambil sample dalam proses penilaian amdal, baik darat, laut, dasar laut maupun lingkungan sekitar,” tutur Agus. (ap12/jpnn/ida)