Koleksi Rumah Fosil Bertambah

212

RUMAH fosil di situs Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, bertambah koleksinya. Temuan terbaru yang baru dipublikasikan yaitu gading gajah yang ditemukan oleh Jamasri, di Gunung Nongko, wilayah perhutani petak 21.

Jamin, salah satu petugas dari tim situs Patiayam mengatakan, fosil ini ditemukan pada akhir 2012. Tetapi baru diserahkan ke timnya pada pertengahan Januari. Panjang gading gajah purba tersebut kurang lebih 2,7 meter, lebar 16 sentimeter, dan tebal 15 sentimeter.

Kondisi gading temuan baru ini memprihatinkan karena terpotong-potong, akibat dari pengangkatan yang kurang tepat. “Saat ditemukan tidak langsung dilaporkan ke pihak pengelola situs. Tetapi diangkat sendiri oleh penemunya, sehingga dimungkinkan kondisinya tidak bisa utuh,” terangnya.

Biasanya, tim situs Patiayam saat mengangkat fosil tidak sendirian supaya fosil tidak rusak. Kerusakan ini bisa terjadi, menurut Jamin, karena pengaruh perbedaan suhu. Selain itu juga teknik pengangkatan yang salah. Selain gading gajah, sebelumnya juga ditemukan kepala kerbau purba, kepala banteng, rahang brovidae dan tulang belakang, autragalus bovidae, kaki gajah dan lain sebagainya.

Hingga saat ini, menurut Jamin, kesadaran masyarakat masih kurang. Sehingga saat mendapatkan temuan, mereka ada yang tidak langsung melapor. Hal ini dikarenakan uang tali asih yang diberikan kepada penemu terbilang masih kecil jumlahnya. Sehingga jika masyarakat tersebut tidak mempunyai kesadaran yang baik akan pentingnya fosil yang masyarakat temukan, mereka tidak melapor.

“Masih ada masyarakat yang berpandangan jika tidak mendapatkan uang tali asih, maka tidak menyerahkan temuan mereka. Atau ada juga yang acuh dengan temuannya. Untuk menyiasati hal ini, tak jarang dari tim pelestari situs Patiayam menalangi dulu uang tali asih pada penemu fosil,” terangnya. (sul/aji/jpnn/ida)