Dua Balita Masih Dirawat di RS Khotijah

123

Keracunan Sate Telor Puyuh

PEKALONGAN-Dua balita yang menjadi korban keracunan sate telor puyuh pada Sabtu (23/3), sampai saat ini masih dirawat di Ruang Mina kamar nomor 7 RS Siti Khotijah Kota Pekalongan. Keduanya, masing-masing Salwa Kamila, 5, dan Fajri, 6, mengaku masih mengalami buang air besar secara terus menerus hingga Senin (25/3) pagi. Sedangkan Fathir, 4, satu korban yang juga dirawat di RS Siti Khotijah sudah kembali ke rumah pada Minggu (24/3) sore.

Sukesi, 50, nenek dari Salwa Kamila mengungkapkan bahwa cucunya masih mengalami buang air besar terus menerus pada Senin (25/3) pagi, kendati intensitasnya sudah berkurang dibanding hari sebelumnya. “Tadi pagi memang masih berak-berak terus. Tapi siang ini sudah lumayan. Dia juga sudah bisa bangun dari tempat tidur,” tuturnya Senin (25/3).

Mengenai rencana pulang, dirinya masih menunggu pemeriksaan dari dokter. Jika memang kondisinya sudah membaik, Salwa akan dibawa kembali ke rumah. “Tapi nanti di rumah, Salwa akan istirahat dulu sehari atau dua hari baru bisa berangkat sekolah. Dia masih memerlukan istirahat untuk proses penyembuhan,” imbuh Sukesi.

Terjadinya peristiwa keracunan tersebut, diakuinya juga menyisakan trauma. Saat ini, dirinya dan keluarga mengaku akan lebih berhati-hati jika membeli makanan. Selain itu, Sukesi juga menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap cucunya saat membeli jajanan di luar. “Tentu saja, kejadian kemarin merupakan peringatan bagi kami dan orang tua lain agar tidak sembarangan membeli makanan dari luar,” ucapnya.

Sementara di RSUD Bendan, empat korban yang sebelumnya dirawat di ruang Sekar Jagad kamar nomor 3, terpantau sudah kembali ke rumah masing-masing. Keempat korban tersebut masing-masing Rustiana, 38; Fikri Al Ayubi, 4; Muhammad Ikhsan, 4,5; serta Habibie, 1,5.

Disampaikan Humas RSUD Bendan, Erna Prihatini SKM, semua korban telah kembali ke rumah masing-masing Minggu kemarin. Hal itu, karena permintaan dari masing-masing korban.

“Kemarin (Minggu, red) seluruh korban mengaku kondisinya sudah membaik setelah satu hari dirawat dan menyampaikan ingin pulang. Setelah diperiksa dan memang kondisinya sudah membaik, pihak rumah sakit mengizinkan mereka kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Seperti diketahui, tujuh warga Panjang Wetan mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi bubur ayam dan sate telor puyuh pada Sabtu (23/3) pagi. Mereka kemudian dilarikan ke RS Siti Khotijah dan RSUD Bendan karena mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing dan buang air besar. Sementara mengenai penyebab keracunan tersebut, sampai saat ini pihak Dinkes setempat masih menunggu hasil uji laboratorium dari Semarang. (ap16/jpnn/ida)