Dongkrak Penerimaan, Jemput Bola

203

SEMARANG- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jateng I, dalam upaya mendongkrak penerimaan pajak, mulai melakukan jemput bola dengan mendatangi perusahaan-perusahaan. Hal ini dilakukan selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, sekaligus untuk memberikan penjelasan cara-cara mengisi fomulir Surat Pemberitaan Pajak tahunan (SPT) orang pribadi.

“Masih banyak masyarakat yang belum tahu cara mengisi SPT, untuk itu kami dari kanwil Pajak dan kantor Pajak Madya , melakukan jemput bola dengan mendatangi perusahaan yang memiliki potensi dalam pembayaran pajak,” jelas Ka Kanwil DJP Jateng I Sakli Anggoro, usai mengunjungi pabrik Sido Muncul.

Menurut Sakti Sido Muncul merupakan perusahaan berpotensi, karena memiliki karyawan cukup besar sekitar 3.000 karyawan. Sido Muncul ini merupakan perusahaan ke 5 yang dikunjungi Kanwil Pajak setelah PT Jarum.

Kunjungan ini sekaligus untuk memberitahukan kepada masyarakat batas penyerahan SPT 28 Maret. “Bila sampai batas waktu tersebut Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) belum dapat menyerahkan SPT dapat mengajukan penundaan,” tutur Sakli yang menyambut baik usulan Dirut Sido Muncul, selain menagih pajak, pejabat pemerintah wajib memprosikan perusahaan.

Ditambahkan jumlah wajib pajak (WP) di wilayah DJP Jateng I, tercatat 860.000. Dari jumlah ini 600.000 orang merupakan WPOP. Meski jumlah WP 90 persen merupakan WPOP, dari sisi penerimaan pajak hanya memberikan kontribusi sekitar 20 persen, sedangkan sisanya pajak lainnya berasal dari WP badan atau perusahaan. Melalui upaya jemput bola ini diharapkan turut mendongkrak penerimaan pajak dari  WP orang pribadi dengan kontribusi sekitar 23 persen.


Sementara itu Dirut PT Sido Muncul Irwan Hidayat, mengungkapkan usulan ini dimaksudkan agar perusahaan yang dipromosikan oleh pejabat pemerintah termasuk kantor pajak dapat dikenal masyarakat, sehingga omset akan meningkat. Meningkatnya omset ini tentunya akan meningkatkan pembayaran pajak. “Meningkatnya pembayaran pajak otomatis dapat dimanfaatkan untuk pembangunan,” tutur Irwan.

PT Sido Muncul memiliki 3.000 karyawannya, dari jumlah tersebut 10 persen diantaranya sudah memiliki kewajiban membayar pajak.

“Jadi kami menyambut baik upaya dari kantor pajak untuk menggelar pengisian SPT secara bersama-sama bagi karyawan PT Sido Muncul. Meski belum semua karyawan memenuhi kriteria sebagai wajib pajak, namun ke depan kegiatan tersebut dapat menjadi efek domino, karena suatu saat karyawan yang lain pun akan menjadi penyetor pajak juga,” terangnya. (tya/ric)