Namanya Bel Anti Ketikung, Habiskan Rp 120 Ribu

Tiga Mahasiswa UIN Walisongo Ciptakan Alat Pengingat Dosen Mengajar

491
RAIH JUARA I: Mohammad Zadit Taqwa, Andika Khoirul Huda, dan Mohammad Rosyid menunjukkan bel anti ketikung. (DOKUMEN PRIBADI)
RAIH JUARA I: Mohammad Zadit Taqwa, Andika Khoirul Huda, dan Mohammad Rosyid menunjukkan bel anti ketikung. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – Tiga mahasiswa jurusan Fisika murni UIN Walisongo Semarang menciptakan bel pengingat waktu mengajar yang sudah selesai untuk dosen dan mahasiswa.

Hasil inovasi mahasiswa itu diberi nama Bel Anti Ketikung. Seperti apa?

EVA DEWI MUTMAINAH

TAK seperti di sekolah dasar maupun menengah yang terdapat bel untuk pengingat waktu belajar. Di kampus, biasanya tidak dilengkapi fasilitas tersebut. Hal itu kerap kali membuat para dosen selalu melampaui jam SKS hampir 15 – 20 menit ketika mengajar di ruang kuliah.

Rupanya hal itu menjadi perhatian tiga mahasiswa jurusan Fisika murni UIN Walisongo Semarang, yakni Mohammad Zadit Taqwa, Andika Khoirul Huda, dan Mohammad Rosyid. Sebab, molornya waktu perkulihan ini kerap dikeluhkan para mahasiswa.

“Ada yang mengeluh, gara-gara jam kuliahnya molor, dia terlambat mengikuti jadwal kuliah berikutnya. Selain itu, dosen yang akan menggunakan ruang kuliah yang sama juga terhambat, karena perkulihan dari dosen sebelumnya molor,” ujar Andika Khoirul Huda kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakui, molornya waktu kuliah ini lantaran tidak ada bel pengingat. Bahkan, waktu perkulihan bisa molor 15-20 menit. Hal itulah yang melatarbelangi tiga mahasiswa UIN Walisongo ini membuat alat agar para dosen tepat waktu ketika mengajar.

“Jadi, fungsi alat yang kami ciptakan ini ada dua. Pertama, untuk memberi tanda bahwa kelas yang akan kami pakai kuliah, tidak dipakai perkulihan dari dosen lain. Kedua, untuk bel sendiri sebagai pengingat dosen bahwa waktu perkulihaan sudah selesai, supaya tidak ada yang ketikung antara mahasiswa dan dosen,” tutur pemuda yang kerap disapa Dika ini.

Dijelaskan, alat ini bekerja menggunakan kode-kode pemograman untuk mengatur waktu sesuai dengan SKS mata kuliah, dan membuat bel berbunyi. Sebenarnya akan lebih mudah jika WTV atau modul tempat Micro SD dapat berfungsi. Tapi karena tidak berfungsi, membuat ketiga mahasiswa semester 3 ini melakukan cara lain seperti pengkodean pada alat.